12 Cara Membangun Kerja Sama Tim

Membangun kerja sama tim memang tidak selalu mudah. Pasalnya, kamu dihadapkan pada berbagai jenis karakter dan sifat orang yang berbeda. Meski begitu ada beberapa tips membangun kerja sama tim yang baik yang bisa kamu coba terapkan. 

1. Menciptakan komunikasi yang lancar

Tidak hanya hubungan pribadi yang butuh komunikasi yang lancar, membangun kerja sama tim di tempat kerja pun memerlukan hal yang sama. Sebagai pemimpin, kamu wajib menciptakan suasana yang nyaman, terbuka, dan saling menghargai. Kondisi tersebut akan membuat para pekerja merasa bebas dalam menyatakan pendapatnya. Dengan komunikasi yang lancar, mereka menjadi lebih terbuka untuk memberikan opini maupun solusi ketika tim menghadapi masalah tertentu, dan saling mendengarkan.

2. Menjalin hubungan yang baik

Mengenal kompetensi dari masing-masing pekerja dapat mengantarmu untuk memberikan tugas dengan tingkat kesulitan yang sesuai. Dengan ini, kepuasan para pekerja pun akan bertambah sehingga berujung pada meningkatnya produktivitas. Tidak hanya itu, hubungan antar rekan juga perlu dibangun dengan baik. Pemimpin perlu memerhatikan komunikasi dan kerja sama di antara anggota tim dengan seksama.

3. Membangun rasa percaya

Rasa percaya dalam tim dapat membuat para pekerja lebih leluasa dalam berkembang. Jadi, hindari memperlakukan anggota tim seperti anak-anak yang butuh pengawasan konstan.

4. Membangun rasa kepemilikan dan komitmen

Rasa kepemilikan akan menciptakan komitmen dalam tim. Para pekerja akan berusaha untuk menjalankan perannya dengan maksimal demi mencapai tujuan bersama.

5. Olahraga dan hangout bersama

Olahraga juga termasuk kegiatan yang dapat menambah kedekatan kamu dengan anggota tim. Jogging, bermain sepeda, atau olahraga di tempat kebugaran dapat meningkatkanmenambah interaksi, apalagi jika dilakukan secara rutin. Aktivitas lain yang dapat dilakukan bersama tim kamu adalah outbound, yang selain menambah keakraban juga dapat memperkuat teamwork.

6. Apresiasi dengan reward dan perayaan

Menurut survei, memberikan apresiasi kepada karyawan yang sudah bekerja dengan keras dan memenuhi target dapat meningkatkan kepuasan. Karyawan yang merasa puas akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Reward yang diberikan tidak harus berupa uang, dapat pula berupa sertifikat karyawan terbaik atau tambahan hari libur. Selain itu, promosi kenaikan jabatan juga mungkin diberikan oleh perusahaan. Dengan begitu, karyawan akan bekerja dengan lebih keras.

7. Memberikan tujuan dan aturan yang jelas

Terangkan tujuan sejelas-jelasnya dan ajak seluruh anggota untuk membahasnya sebelum menerapkannya. Dengan ini, para pekerja bisa menyatakan opini mereka, berdiskusi, menyetujui, kemudian menghargai tujuan yang telah tercipta. Pekerja juga dapat memahami apa yang harus mereka capai serta ekspetasi dari tim yang bersangkutan.

8. Memperjelas peran dari masing-masing karyawan dan alur kerja

Langkah tersebut akan mencegah kebingungan dan konflik di antara pekerja. Alur kerja dalam tim menjadi lebih jelas dan tidak ada yang saling lempar tugas. Ketika ada karyawan baru pun, bagan tugas di atas bisa menjadi panduan. Jika terdapat lebih dari satu tim, atasan juga perlu menjelaskan peran tiap individu dan alur kerja di antara tim. Jangan sampai ada ketidakjelasan yang berujung pada munculnya konflik.

9. Menghargai pencapaian

Ketika seseorang telah berjuang dan berhasil mencapai sesuatu, ia tentu butuh pengakuan dan penghargaan dari orang lain atas pencapaiannya. Hal ini berlaku juga untuk karyawan. Karena itu, jangan ragu untuk mengakui dan memuji keberhasilan yang dicapai oleh pekerja maupun timmu.

10. Berikan contoh yang baik

Saat seorang pemimpin memberikan contoh yang baik dalam menjalankan tanggung jawab, membangun komunikasi, dan  menjalin kerja sama dengan setiap rekan kerja, maka anggota tim juga akan terinspirasi untuk melakukan hal yang sama. 

11. Dorong sosialisasi 

Sisihkan waktu bagi tim untuk mengenal satu sama lain di tingkat yang lebih pribadi untuk meningkatkan rasa saling percaya, hormat dan pengertian. Ini bisa dengan mengadakan rutinitas atau kegiatan di luar kantor di luar jam kerja. Contohnya makan bersama, mengikuti latihan kebugaran bersama. Dengan melakukan kegiatan bersama seperti ini maka anggota tim dapat mengenal lebih baik satu lain sehingga hubungan tim dan hubungan kerja pun bisa dapat ditingkatkan lagi. 

12. Izinkan anggota tim aktif mengambil bagian dalam pengambilan keputusan 

Memiliki rasa keterlibatan pribadi dalam proses pengambilan keputusan akan memperkuat koneksi dan investasi individu karyawan dalam tim. Pasalnya hal ini membuat mereka merasa seperti bagian penting dari sesuatu.


Comments

Popular Posts