Pembelajaran Moral
Paul Suparno, dkk (2002) mengemukakan
bahwa ada empat model penyampaian pembelajaran moral, yaitu: 1) model sebagai
mata pelajaran tersendiri, 2) model terintegrasi dalam semua bidang studi, 3)
model di luar pengajaran, dan 4) model gabungan. Melihat banyaknya penyimpangan
moral di kalangan anak dan remaja, menjadikan tugas yang diemban guru di bidang
pendidikan moral sangat rumit. Oleh karena itu, pembelajaran haruslah bertumpu
pada karakteristik perseorangan siswa sebagai subjek belajar dan budaya di mana
siswa berada.
Remaja dikatakan bermoral jika mereka
memiliki kesadaran moral yaitu dapat menilai hal-hal yang baik dan buruk,
hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan serta hal-hal yang etis
dan tidak etis. Remaja yang bermoral dengan sendirinya akan tampak dalam
penilaian atau penalaran moralnya serta perilakunya yang baik, benar, dan
sesuai etika. Dengan demikian pembelajaran moral dalam bahan ajar perlu
diterapkan agar terbentuk perilaku moral yang baik dan benar.
Bahan ajar yang mengandung pembelajaran
moral dan berkarakter bangsa didesain untuk memfasilitasi perkembangan moral
siswa yang optimal.
Comments
Post a Comment